“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)
4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..
Ar Rahmah Media Network
Tradisi Mengerikan
Sebagian besar tradisi ini sekarang merupakan bagian dari sejarah dan
dianggap paling kejam atau jahat. Namun beberapa diantaranya dihentikan
baru-baru ini. Ini adalah daftar 10 tradisi yang aneh yang sekarang
kebanyakan sudah hilang dari peradaban manusia.
1.Foot Binding

Foot Binding atau pengikatan kaki adalah tradisi menghentikan pertumbuhan
kaki perempuan zaman dahulu yang terjadi di China. Tradisi ini telah
menghadirkan penderitaan besar bagi para perempuan China pada masa itu.
Pengikatan kaki biasanya dimulai sejak anak berumur antara empat sampai
tujuh tahun. Masyarakat miskin biasanya terlambat memulai pengikatan kaki
karena mereka membutuhkan bantuan anak perempuan mereka dalam mengurus
sawah dan perkebunan.
Pengikatan kaki dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) dan mulai
menyebar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song
(960-1297), pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing
(1644-1911), budaya mengikat kaki menyebar luas dalam mayoritas
masyarakat China sampai akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen tahun
1911. Kelompok yang menghindari adat ini hanyalah bangsa Manchu dan
kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok paling miskin dalam kasta
sosial China. Kebiasaan mengikat kaki ini berlangsung selama sekitar
seribu tahun dan telah menyebabkan sekitar satu milyar wanita China
mengalami pengikatan kaki.
Pengikatan kaki dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat
menggunakan kain sepanjang sepuluh kaki dengan lebar dua inchi, melipat
empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati
tumit.
Hal ini membuat kaki menjadi lebih pendek. Pembalut kaki semakin
diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin
kecil. Kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan
membuat kuku-kuku kaki di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan
menimbulkan infeksi. Jika balutan terlalu ketat maka dapat timbul
buku-buku di kaki yang harus dipotong dengan pisau. Kemudian kaki juga
harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk sedikit mengurangi
rasa sakit. Pengikatan kaki membuat siklus darah tidak lancar sehingga
dapat membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki dapat mengeluarkan
nanah. Semakin kecil kaki seorang gadis maka akan semakin cantik ia
dipandang. Panjang kaki seorang gadis hanya berkisar 10-15
sentimeter saja.
2.Self Mummification

Sokushinbutsu adalah rahib Buddha atau imam yang didakwa menyebabkan
kematian dengan cara menjadikan mereka jadi mumi. Praktek ini dilaporkan
terjadi hampir secara eksklusif di utara Jepang sekitar Prefektur
Yamagata. Terdapat Antara 16 sampai 24 mummi yang telah ditemukan.
Tiga tahun para imam hanya makan diet khusus yang terdiri dari
kacang-kacangan dan biji-bijian, Mereka kemudian hanya makan kulit dan
akar dalam waktu tiga tahun dan mulai minum teh racun yang dibuat dari
getah pohon yang Urushi,yang biasanya digunakan untuk laka mangkuk. Ini
menyebabkan muntah dan cepat hilangnya cairan tubuh, dan yang terpenting,
mematikan anggota tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang
bisa menimbulkan kematian. Akhirnya,pada mummifying biarawan akan
mengunci dirinya dalam kubur batu yang ukurannya hampir tidak lebih besar
dari tubuhnya, di mana dia tidak akan bergerak dari posisinya. Penghubung
ke dunia luar adalah tabung udara. Setiap hari ia mengingatkan pada agar
orang-orang di luar bahwa ia masih hidup.
3. Eunuchs

Eunuchs disebut juga kasim,seorang laki-laki yang kehilangan kesuburannya
karena kemaluannya telah dibuang dengan sengaja atau karena sebab-sebab
lain.Catatan- catatan paling awal tentang pengebirian dengan sengaja
untuk menghasilkan orang kasim berasal dari kota Lagash di Sumeria pada
abad ke-21 SM. Sejak itu, selama beribu-ribu tahun orang kasim bekerja di
berbagai kebudayaan seperti pelayan istana atau pelayan rumah tangga,
penyanyi laki-laki dengan suara tinggi, petugas-petugas keagamaan khusus,
pejabat pemerintah, komandan militer, dan pengawal kaum perempuan ataupun
pelayan di harem.
Orang kasim pertama disebutkan di Kekaisaran Asyur (l.k. 850 hingga 622
SM). Mereka pun biasa tampil di istana kaisar-kaisar Akhemenid dari
Persia atau firaun dari Mesir (hingga dinasti Lagid yang dikenal sebagai
Ptolemeus, yang berakhir dengan Cleopatra).Di Tiongkok kuno, pengebirian
adalah salah satu bentuk hukuman tradisional (hingga Dinasti Sui) dan
sarana untuk mendapatkan pekerjaan di kalangan istana Kaisar. Pada akhir
Dinasti Ming ada 70.000 orang kasim di Istana kaisar. Jabatan seperti itu
demikian berharga—orang-orang kasim tertentu berhasil mendapatkan
kekuasaan yang demikian besar sehingga melampaui kekuasaan perdana
menteris—sehingga pengebirian diri sendiri harus dilarang. Jumlah orang
kasim yang menjadi pegawai Istana Kaisar akhirnya menurun hingga 470
orang pada 1912, ketika mereka tidak lagi dipekerjakan. Orang-orang kasim
diberikan jabatan-jabatan pegawai negeri yang demikian tinggi dengan
alasan bahwa karena mereka tidak dapat
mempunyai anak, mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan
memulai sebuah dinasti. Pada saat yang sama, sebuah sistem serupa juga
ada di Vietnam
4.Sati

Tradisi sati atau bakar diri hidupp-hidup, dianggap sebagai lambang
kesalehan,sekaligus menunjukkan kepemilikan laki-laki atas
perempuan,biasanya dilakukan oleh perempuan yang berkasta tinggi dan
dipercaya hanya perempuan pilihan yang dapat melakukannya. Tradisi sati
dipandang sebagai alternatif yang lebih baik ketika seorang istri
ditinggal mati oleh suami, daripada mereka mengalami penyiksaan dari
saudara-saudara ipar, yang akan menyalahkan perempuan sebagai penyebab
mati suami.
Sati menjadi tradisi tidak hanya berlaku bagi istri,tetapi juga bagi
istri simpanan,saudara ipar dan bahkan ibu,untuk mengorbankan dirinya
diapi pembakaran jenasah laki-laki yang memiliki mereka.pelaku sati
diagungkan sebagai pahlawan,sesuai dengan ajaran hindu
5.Dueling

Tradisi duel dipraktikkan pada abad 15-20 oleh masyarakat Barat, yang
merupakan tanding antara dua orang, kematian dicocokkan dengan senjata,
sesuai dengan aturan eksplisit atau implisit yang telah disepakati,
sebagai lambang kehormatan, biasanya diiringi oleh perwakilan yang
dipercaya.
Dueling biasanya terjadi karena keinginan satu pihak (yang
penantang)karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap
kehormatannya. Tujuan dari dueling tidak laain adalah untuk kepuasan
semata, untuk memulihkan status kehormatan mereka bersedia mempertaruhkan
nyawa.dueling biasanya dilakukan bisa dengan pedang ataupun pistol
6.Seppuku

seppuku disebut juga Harakiri,Salah satu tradisi yang menjadi kebanggaan
masyarakat Jepang, yang berasal dari kata hara yang berarti perut dan
kiru yang berarti memotong. Harakiri juga dikenal dengan istilah seppuku.
Kebiasaan harakiri ini dilakukan oleh prajurit berkelas dari kalangan
samurai sebagai bukti kesetiaan. Bunuh diri yang dilakukan para Samurai
ini sangat menyiksa, karena si pelaku harus menunggu kematian karena
kehabisan darah setelah merobek dan mengeluarkan isi perutnya.
Ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Samurai jika ingin melakukan
harakiri. Ia harus mandi, menggunakan jubah putih, dan makan makanan
favorit. Pelaku harakiri ditemani seorang pelayan (kaishakunin) , yang ia
pilih sendiri. Kaishakunin ini bertugas membuka kimononya dan
mengambilkan pisau yang akan digunakan. Jika pelaku harakiri menjerit
atau menangis kesakitan saat ia menusuk dan mengeluarkan isi perutnya,
hal tersebut dianggap sangat memalukan bagi seorang Samurai. Karena itu
Kaishaku bertugas mengurangi penderitaan itu, mempercepat kematian dengan
memenggal kepala si pelaku
7. Human Sacrifice

Human Sacrifice adalah pengorbanan manusia,tindakan membunuh manusia
untuk tujuan menawarkan persembahan kepada dewa atau lainnya. Dilakukan
oleh banyak kebudayaan kuno. persembahan ini bervariasi,beberapa seperti
Mayans dan Aztecs yang terkenal jahat mereka untuk upacara persembahan,
sedangkan yang lainnya sudah tampak sebagai praktek primitif. Korban
persembahan dibunuh dengan cara yang berbeda-beda, ada yang
dibakar,dipenggal, atau dikubur hidup-hidup. dapat berupa anak kecil,atau
gadis-gadis perawan.
ini adalah sejarah umum yang pernah ada didunia, Kebanyakan agama
mengutuk praktek-ini dan undang-undang menganggapnya sebagai tindak
pidana. Namun sampai hari ini,kadang masih ada yang melakukan tradisi
tersebut terutama didaerah-daerah terpencil dimana kepercayaan
tradisional masih berlanjut
8. Concubinage

Concubinage disebut juga pergundikan. foto di bawah menunjukkan
sekelompok selir berdiri di belakang pelindung mereka(biasanya kasim
9.Geisha

Geisha berasal dari kata “Gei” yang berarti seni atau pertunjukan dalam
bahasa Jepang dan “Sha” berarti orang, jadi Geisha (person of the arts)
merupakan seorang seniman tradisional penghibur di Jepang. Di Kyoto
sendiri, kata “Geiko” digunakan untuk gambaran para seniman seperti itu.
Kehadiran geisha di abad 18 dan 19 merupakan hal yang umum dan hingga
kini merekapun masih tetap ada walaupun jumlah mereka sdh semakin
berkurang.
Geisha dilatih secara tradisional sejak masa kecil mereka. Rumah geisha
sering membeli gadis-gadis kecil dari keluarga yang miskin dan mengambil
tanggung jawab untuk membesarkan dan melatih mereka. Selama masa
kanak-kanak, geisha yang dilatih pertama-tama bekerja sebagai pembantu,
kemudian sebagai asisten senior rumah geisha, selain sebagai latihan ini
juga dipakai untuk membantu kontribusi biaya pemeliharaan dan pendidikan
mereka. Sistem tradisi latihan yang panjang ini masih tetap ada di
Jepang, dimana seorang mahasiswa yang tinggal di rumah guru seninya,
mulai melakukan pekerjaan rumah yang umum dan mengamati serta membantu
gurunya hingga akhirnya berpindah untuk menjadi tuan bagi dirinya
sendiri. Latihan ini memakan waktu beberapa tahun.
10. Tibetan Sky Burial

Tibet ialah sebuah kawasan penara di Asia Tengah dan petempatan asli bagi
orang Tibet. Dengan ketinggian purata sebanyak 4,900 meter (16,000 kaki),
Tibet merupakan rantau yang tertinggi di Bumi dan sering bergelar
“Bumbung Dunia.”
Bagi masyarakat tibet yang beragama buddha ini, tanah tempat tinggal
mereka terletak di atas gunung di mana tiada tanah lembut. Hampir
kesemuanya diliputi batu atau salji/air batu.Oleh kerana tiada tanah
perkuburan disebabkan keadaan geografi , mereka memberi mayat untuk
dimakan oleh burung.
Disamping itu , dengan cara begitu dipercayai roh si mati akan kekal di
gunung bersama burung berkenaan.Tindakan lelaki di dalam gambar di bawah
memotong serta menghancurkan mayat adalah untuk memudahkan burung
tersebut mempercepat proses ini. Mereka juga tidak mau burung tersebut
membawa anggota badan yang masih utuh (seperti kepala, tangan dll) ke
tempat lain.
dianggap paling kejam atau jahat. Namun beberapa diantaranya dihentikan
baru-baru ini. Ini adalah daftar 10 tradisi yang aneh yang sekarang
kebanyakan sudah hilang dari peradaban manusia.
1.Foot Binding
Foot Binding atau pengikatan kaki adalah tradisi menghentikan pertumbuhan
kaki perempuan zaman dahulu yang terjadi di China. Tradisi ini telah
menghadirkan penderitaan besar bagi para perempuan China pada masa itu.
Pengikatan kaki biasanya dimulai sejak anak berumur antara empat sampai
tujuh tahun. Masyarakat miskin biasanya terlambat memulai pengikatan kaki
karena mereka membutuhkan bantuan anak perempuan mereka dalam mengurus
sawah dan perkebunan.
Pengikatan kaki dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) dan mulai
menyebar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song
(960-1297), pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing
(1644-1911), budaya mengikat kaki menyebar luas dalam mayoritas
masyarakat China sampai akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen tahun
1911. Kelompok yang menghindari adat ini hanyalah bangsa Manchu dan
kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok paling miskin dalam kasta
sosial China. Kebiasaan mengikat kaki ini berlangsung selama sekitar
seribu tahun dan telah menyebabkan sekitar satu milyar wanita China
mengalami pengikatan kaki.
Pengikatan kaki dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat
menggunakan kain sepanjang sepuluh kaki dengan lebar dua inchi, melipat
empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati
tumit.
Hal ini membuat kaki menjadi lebih pendek. Pembalut kaki semakin
diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin
kecil. Kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan
membuat kuku-kuku kaki di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan
menimbulkan infeksi. Jika balutan terlalu ketat maka dapat timbul
buku-buku di kaki yang harus dipotong dengan pisau. Kemudian kaki juga
harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk sedikit mengurangi
rasa sakit. Pengikatan kaki membuat siklus darah tidak lancar sehingga
dapat membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki dapat mengeluarkan
nanah. Semakin kecil kaki seorang gadis maka akan semakin cantik ia
dipandang. Panjang kaki seorang gadis hanya berkisar 10-15
sentimeter saja.
2.Self Mummification
Sokushinbutsu adalah rahib Buddha atau imam yang didakwa menyebabkan
kematian dengan cara menjadikan mereka jadi mumi. Praktek ini dilaporkan
terjadi hampir secara eksklusif di utara Jepang sekitar Prefektur
Yamagata. Terdapat Antara 16 sampai 24 mummi yang telah ditemukan.
Tiga tahun para imam hanya makan diet khusus yang terdiri dari
kacang-kacangan dan biji-bijian, Mereka kemudian hanya makan kulit dan
akar dalam waktu tiga tahun dan mulai minum teh racun yang dibuat dari
getah pohon yang Urushi,yang biasanya digunakan untuk laka mangkuk. Ini
menyebabkan muntah dan cepat hilangnya cairan tubuh, dan yang terpenting,
mematikan anggota tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang
bisa menimbulkan kematian. Akhirnya,pada mummifying biarawan akan
mengunci dirinya dalam kubur batu yang ukurannya hampir tidak lebih besar
dari tubuhnya, di mana dia tidak akan bergerak dari posisinya. Penghubung
ke dunia luar adalah tabung udara. Setiap hari ia mengingatkan pada agar
orang-orang di luar bahwa ia masih hidup.
3. Eunuchs
Eunuchs disebut juga kasim,seorang laki-laki yang kehilangan kesuburannya
karena kemaluannya telah dibuang dengan sengaja atau karena sebab-sebab
lain.Catatan- catatan paling awal tentang pengebirian dengan sengaja
untuk menghasilkan orang kasim berasal dari kota Lagash di Sumeria pada
abad ke-21 SM. Sejak itu, selama beribu-ribu tahun orang kasim bekerja di
berbagai kebudayaan seperti pelayan istana atau pelayan rumah tangga,
penyanyi laki-laki dengan suara tinggi, petugas-petugas keagamaan khusus,
pejabat pemerintah, komandan militer, dan pengawal kaum perempuan ataupun
pelayan di harem.
Orang kasim pertama disebutkan di Kekaisaran Asyur (l.k. 850 hingga 622
SM). Mereka pun biasa tampil di istana kaisar-kaisar Akhemenid dari
Persia atau firaun dari Mesir (hingga dinasti Lagid yang dikenal sebagai
Ptolemeus, yang berakhir dengan Cleopatra).Di Tiongkok kuno, pengebirian
adalah salah satu bentuk hukuman tradisional (hingga Dinasti Sui) dan
sarana untuk mendapatkan pekerjaan di kalangan istana Kaisar. Pada akhir
Dinasti Ming ada 70.000 orang kasim di Istana kaisar. Jabatan seperti itu
demikian berharga—orang-orang kasim tertentu berhasil mendapatkan
kekuasaan yang demikian besar sehingga melampaui kekuasaan perdana
menteris—sehingga pengebirian diri sendiri harus dilarang. Jumlah orang
kasim yang menjadi pegawai Istana Kaisar akhirnya menurun hingga 470
orang pada 1912, ketika mereka tidak lagi dipekerjakan. Orang-orang kasim
diberikan jabatan-jabatan pegawai negeri yang demikian tinggi dengan
alasan bahwa karena mereka tidak dapat
mempunyai anak, mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan
memulai sebuah dinasti. Pada saat yang sama, sebuah sistem serupa juga
ada di Vietnam
4.Sati
Tradisi sati atau bakar diri hidupp-hidup, dianggap sebagai lambang
kesalehan,sekaligus menunjukkan kepemilikan laki-laki atas
perempuan,biasanya dilakukan oleh perempuan yang berkasta tinggi dan
dipercaya hanya perempuan pilihan yang dapat melakukannya. Tradisi sati
dipandang sebagai alternatif yang lebih baik ketika seorang istri
ditinggal mati oleh suami, daripada mereka mengalami penyiksaan dari
saudara-saudara ipar, yang akan menyalahkan perempuan sebagai penyebab
mati suami.
Sati menjadi tradisi tidak hanya berlaku bagi istri,tetapi juga bagi
istri simpanan,saudara ipar dan bahkan ibu,untuk mengorbankan dirinya
diapi pembakaran jenasah laki-laki yang memiliki mereka.pelaku sati
diagungkan sebagai pahlawan,sesuai dengan ajaran hindu
5.Dueling
Tradisi duel dipraktikkan pada abad 15-20 oleh masyarakat Barat, yang
merupakan tanding antara dua orang, kematian dicocokkan dengan senjata,
sesuai dengan aturan eksplisit atau implisit yang telah disepakati,
sebagai lambang kehormatan, biasanya diiringi oleh perwakilan yang
dipercaya.
Dueling biasanya terjadi karena keinginan satu pihak (yang
penantang)karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap
kehormatannya. Tujuan dari dueling tidak laain adalah untuk kepuasan
semata, untuk memulihkan status kehormatan mereka bersedia mempertaruhkan
nyawa.dueling biasanya dilakukan bisa dengan pedang ataupun pistol
6.Seppuku
seppuku disebut juga Harakiri,Salah satu tradisi yang menjadi kebanggaan
masyarakat Jepang, yang berasal dari kata hara yang berarti perut dan
kiru yang berarti memotong. Harakiri juga dikenal dengan istilah seppuku.
Kebiasaan harakiri ini dilakukan oleh prajurit berkelas dari kalangan
samurai sebagai bukti kesetiaan. Bunuh diri yang dilakukan para Samurai
ini sangat menyiksa, karena si pelaku harus menunggu kematian karena
kehabisan darah setelah merobek dan mengeluarkan isi perutnya.
Ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Samurai jika ingin melakukan
harakiri. Ia harus mandi, menggunakan jubah putih, dan makan makanan
favorit. Pelaku harakiri ditemani seorang pelayan (kaishakunin) , yang ia
pilih sendiri. Kaishakunin ini bertugas membuka kimononya dan
mengambilkan pisau yang akan digunakan. Jika pelaku harakiri menjerit
atau menangis kesakitan saat ia menusuk dan mengeluarkan isi perutnya,
hal tersebut dianggap sangat memalukan bagi seorang Samurai. Karena itu
Kaishaku bertugas mengurangi penderitaan itu, mempercepat kematian dengan
memenggal kepala si pelaku
7. Human Sacrifice
Human Sacrifice adalah pengorbanan manusia,tindakan membunuh manusia
untuk tujuan menawarkan persembahan kepada dewa atau lainnya. Dilakukan
oleh banyak kebudayaan kuno. persembahan ini bervariasi,beberapa seperti
Mayans dan Aztecs yang terkenal jahat mereka untuk upacara persembahan,
sedangkan yang lainnya sudah tampak sebagai praktek primitif. Korban
persembahan dibunuh dengan cara yang berbeda-beda, ada yang
dibakar,dipenggal, atau dikubur hidup-hidup. dapat berupa anak kecil,atau
gadis-gadis perawan.
ini adalah sejarah umum yang pernah ada didunia, Kebanyakan agama
mengutuk praktek-ini dan undang-undang menganggapnya sebagai tindak
pidana. Namun sampai hari ini,kadang masih ada yang melakukan tradisi
tersebut terutama didaerah-daerah terpencil dimana kepercayaan
tradisional masih berlanjut
8. Concubinage
Concubinage disebut juga pergundikan. foto di bawah menunjukkan
sekelompok selir berdiri di belakang pelindung mereka(biasanya kasim
9.Geisha
Geisha berasal dari kata “Gei” yang berarti seni atau pertunjukan dalam
bahasa Jepang dan “Sha” berarti orang, jadi Geisha (person of the arts)
merupakan seorang seniman tradisional penghibur di Jepang. Di Kyoto
sendiri, kata “Geiko” digunakan untuk gambaran para seniman seperti itu.
Kehadiran geisha di abad 18 dan 19 merupakan hal yang umum dan hingga
kini merekapun masih tetap ada walaupun jumlah mereka sdh semakin
berkurang.
Geisha dilatih secara tradisional sejak masa kecil mereka. Rumah geisha
sering membeli gadis-gadis kecil dari keluarga yang miskin dan mengambil
tanggung jawab untuk membesarkan dan melatih mereka. Selama masa
kanak-kanak, geisha yang dilatih pertama-tama bekerja sebagai pembantu,
kemudian sebagai asisten senior rumah geisha, selain sebagai latihan ini
juga dipakai untuk membantu kontribusi biaya pemeliharaan dan pendidikan
mereka. Sistem tradisi latihan yang panjang ini masih tetap ada di
Jepang, dimana seorang mahasiswa yang tinggal di rumah guru seninya,
mulai melakukan pekerjaan rumah yang umum dan mengamati serta membantu
gurunya hingga akhirnya berpindah untuk menjadi tuan bagi dirinya
sendiri. Latihan ini memakan waktu beberapa tahun.
10. Tibetan Sky Burial
Tibet ialah sebuah kawasan penara di Asia Tengah dan petempatan asli bagi
orang Tibet. Dengan ketinggian purata sebanyak 4,900 meter (16,000 kaki),
Tibet merupakan rantau yang tertinggi di Bumi dan sering bergelar
“Bumbung Dunia.”
Bagi masyarakat tibet yang beragama buddha ini, tanah tempat tinggal
mereka terletak di atas gunung di mana tiada tanah lembut. Hampir
kesemuanya diliputi batu atau salji/air batu.Oleh kerana tiada tanah
perkuburan disebabkan keadaan geografi , mereka memberi mayat untuk
dimakan oleh burung.
Disamping itu , dengan cara begitu dipercayai roh si mati akan kekal di
gunung bersama burung berkenaan.Tindakan lelaki di dalam gambar di bawah
memotong serta menghancurkan mayat adalah untuk memudahkan burung
tersebut mempercepat proses ini. Mereka juga tidak mau burung tersebut
membawa anggota badan yang masih utuh (seperti kepala, tangan dll) ke
tempat lain.
Langganan:
Postingan (Atom)